Anak-Anak PKM Wadah Mutiara Abadi Boyong 12 Medali Pencak Silat

Atlet pencak silat anak-anak PKM Wadah Mutiara Abadi Yogyakarta, ikut serta dalam kejuaraan nasional pencak silat Yogyakarta Championship 1 pada 18-19 Maret 2017di gedung Among Rogo Yogyakarta. Kompetisi ini diikuti15 provinsi dari seluruh Indonesia,  melibatkan 1886 atlet pencak silat dari berbagai perguruan silat yang bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yaitu: Tapak Suci, Perisai Diri, SH Terate, Persatuan Hati, Persinas, ASAD, Pasdja Mataram, Perpi Harimurti, Perguruan Silat Anak Naga Cepedi, Bina Mental, Walet Putih, dan Sanca Putih.

Pencak Silat PKM Wadah Mutiara Abadi yang berada di bawah tim Tapak Suci Rajawali Cangkringan Sleman mengirimkan 15 atlet.  Dua belas atlet sukses meraih juara di kelas tanding dan berhasil memboyong 12 medali, yaitu: Oktamira Shinta (emas), Jenius Arta Amel Adelia (perak), Jujun Morvandi (perak) dan Elvis Anggara, Cahya Nur Antari, Mike Syahriana, Annida Nurrohmah, Ovia Anggraini, Rusly Emawati, Ferdian Setyabudi, Nur Vaizin dan Valenta Qorin (masing-masing 1 medali perunggu).

Sebagai pemula, atlet cilik PKM Wadah Mutiara Abadi berhasil mengukir prestasi luar biasa. Mereka sukses memboyong 1 medali emas, 2 perak dan 9 perunggu. Prestasi ini akan sangat memicu semangat mereka untuk lebih giat berlatih. (BH)

PKM Wadah Al Hidayah, Puskes Penjaringan Kerja sama Penyuluhan Kanker Serviks

Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PKM Wadah Al Hidayah bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara mengadakan kerja sama penyuluhan mengenai deteksi dini kanker serviks dengan metodeinspeksi visual Asam Asetat (IVA) pada 22 Maret 2017.

Ibu-Ibu PKM Wadah Warabal Belajar Menjahit

Dengan dukungan Yayasan Wadah Titian Harapan (Wadah),  4 orang  ibu PKM Wadah Warabal yaitu Bu Dede, Bu Lasiyem, Bu Ismulyana dan Ibu Adminah telah mengikuti dua kali pelatihan menjahit yaitu pada bulan Desember 2016 dan Januari 2017  di Komunitas Hand Craft Gula Gula di daerah Sawangan, Depok. 

Saat ini ibu-ibu tersebut sudah mulai menerapkan ilmu dan keterampilan menjahit yang mereka peroleh dari pelatihan. Hasil jahitan mereka berupa tempat tisu, dompet, tas cangklong dan tas gendong yang dibuat dari bahan tekstil.

Untuk mengerjakan berbagai produk tersebut PKM Wadah Warabal mendapatkan bantuan mesin jahit sebanyak 3 unit yaitu 1 unit dari Yayasan Wadah, 1 unit dari Asuransi Astradan 1 unit dari Good News From Indonesia (GNF). Selain itu, mereka juga sudah memiliki satu unit mesin pres yang disumbangkan oleh Ibu Yuliani. 

Pesanan untuk produk jahitan dari ibu-ibu PKM Wadah Warabal belum menetu jumlahnya, namun pesanan sudah mulai mengalir dari warga masyarakat sekitar dan bahkan ada pesanan yang datang dari Pertamina Patra Niaga.

Keempat ibu tersebut tidak bekerja sendiri, tetapi dibantu oleh ibu-ibu yang lain terutama untuk menyetrika dan membuka jahitan kalau ada yang  salah. (Kiswanti)

Wadah Merayakan Ulang Tahun ke-9

Wadah yang secara resmi didirikan pada 25 Januari2008 merayakan ulang tahunnya yang ke-9 pada tanggal 24 Januari 2017 di Hotel Le Meridien Jakarta.  Kegiatan pelayanan sosial untuk masyarakat termarjinalkan sebenarnya sudah dilakukan oleh  keluarga Hashim Djojohadikusumo jauh sebelumnya yaitu tahun 1998.

Wadah Resmikan Rumah Singgah Bosskid di Desa Tepus, Gunung Kidul

Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo, Pembina dan Ketua  Yayasan Wadah Titian Harapan didampingi pengurus Wadah meresmikan bangunan baru Rumah Singgah PKM Wadah Bosskid di Desa Tepus, Gunung Kidul Yogyakarta pada 14 Desember 2016.

Perbanas Menyelenggarakan Pengobatan Gratis Untuk Komunitas Wadah

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Yogyakarta yang beranggotakan 24 Bank menyelenggarakan pengobatan gratis untuk  komunitas Wadah di wilayah Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2016 lalu. Kegiatan tersebut  yang merupakan bagian dari program sosial (CSR) Perbanas Yogyakarta  dilaksanakan bersama dengan Kantor Sekretariat Wadah Yogyakarta.

Koordinator PKM Wadah Kupang, Mengikuti Kursus Pelatihan di Australia

Ibu Raineldis Boleng Hayon yang dikenal dengan panggilan Ibu Oa, Koordintor Pusat Kegiatan Masyarakat Wadah (PKM Wadah) Kupang,  Nusa Tenggara Timur (NTT) diundang oleh Monash University Australia untuk mengikuti kursus pelatihan mengenai Empowering Women for Sustainable Development of Indonesia’s Aquatic Living Resources.

Mama-Mama Pendekar Terang dari Timur Indonesia

Ada delapan orang perempuan Nusa Tenggara Timur yang berangkat ke Tilonia, India . Dua orang di antaranya berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, sementara enam peserta lain, berasal dari Kabupaten Sikka yaitu Wuring Lembah (tiga orang), Wolomude (dua orang), dan Pomat (satu orang). Semua peserta yang ikut adalah ibu-ibu berusia 50 tahun ke atas. Di Maumere para perempuan seusia itu mendapat panggilan kesayangan, ‘mama-mama’.

SpotLight Ball Berlin, Kerja sama India dan Indonesia

Pada tanggal 8 Oktober 2016 lalu sekitar 300 wajah baru ikut meramaikan acara Yayasan Wadah di Große Orangerie Schloss Charlottenburg, Berlin, Jerman. Dua kedutaan dari dua negara besar menjadi penyelenggara kegiatan penting ini yaitu Kedutaan Besar  India dan Indonesia yang berada di Berlin. 

Wadah dan GKJW Kerja sama Program "Live in" di Komunitas

Tiga orang calon pendeta atau vicaris dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW)  tinggal bersama dan merasakan kehidupan nyatadi sejumlah komunitas Wadah selama lebih kurang dua bulan yaitu dari 1 April 2016-28 Mei 2016.  Ketiga vicaris tersebut adalah Galih Fendi C, Noven R Nataniel dan Devina Widiningsih.

Wadah Kupang Selenggarakan Family Holiday, Wisata Alam dan Gotong Royong

Dalam rangka  mengisi liburan panjang Idul Fitri tahun ini, Wadah Kupang menyelenggarakan Family Holiday sambil memberikan pelayanan kesehatan dan berbagi ceria dengan anak-anak.  Acara yang berlangsung 3 hari (6-8 Juli 2016) melibatkan sejumlah sukarelawan Wadah,  Remaja Wadah Indonesia (REWIN) Kupang dan sekitar 21 orang Friends of Wadah (mulai dari anak-anak SD, Remaja dan  Dewasa).

Gadis Cilik Keiko dari PAUD Despuri Klender Menangkan Medali Emas Taekwondo

Keiko Alisya dari PAUD Despuri Klender Menangkan Medali Emas Taekwondo

Keiko Alisya dari PAUD Despuri Klender Menangkan Medali Emas Taekwondo

Palapa Club bekerjasama dengan Dinas Olah Raga DKI Jakartamengadakan Kejuaraan Taekwondo antar pelajar TK, SD, SMP dan SMA (umur 4-18 tahun) se-DKI pada 28 Mei 2016. Kejuaraan yang diikuti 1000 peserta dari berbagai TK dan sekolah di Jabodetabek ini diselenggarakan di Gelora Olah Raga (GOR) Cempaka Putih Jakarta Pusat.  Peserta dari Pendidkan Anak Usia Dini (PAUD) Despuri Klender, seorang gadis cilik,  Keiko Alisya Wibiputri berhasil merebut medali emas dalam kejuaraan tersebutsebagai atlit terbaik klasifikasi umur Taman Kanak-kanak (4-6 tahun) untuk kategori Kyorugi (tarung/sparring).

Keiko mulai berlatihbeladiri Taekwondo sejak usia 3 tahun. Ketika usianya menajak 4 tahun, dia mulai serius menekuni seni beladiri asal Koreatersebut. Setahun kemudian, usia 5 tahun, Keiko mulai aktif mengikuti berbagai kejuaraan. Dari empat kejuaraan yang diikutinya sejak 2015 -2016, gadis kecil berbakat ini berhasil mendulang 5 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Saat ini Keiko sudahmenyelesaikan pendidikannya di PAUD Klender dan segera melanjutkan ke Sekolah Dasar. (Sherly)

PKMW Warabal Berjaya Merebut 4 Juara PORSENI

Dinas Unit Pendidikan Tingkat Kecamatan (UPTK) Parung menyelenggarakan lomba Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) pada Sabtu, 19 Maret 2016 di Arena Sapadia, Lebak Wangi, Parung. Lomba tersebut diikuti oleh 45 PAUD dan TK yang ada di Kecamatan Parung dengan jumlah peserta1500 anak. 

Dalam lomba ini ada 6 permainan yang dilombakan yaitu lari estafet, memindahkan bola, bakiak, mewarnai, memindahkan bendera dan senam penguin khusus diikuti orang tua siswa.  PAUD Warabal berjaya memenangi 4 dari 6 permainan yang dilombakan yaitu lari estafet putra-putri (juara 1), memindahkan bola putra (juara 1), bakiak putra (juara 1), bakiah putri (juara 3) dan senam penguin (juara 3).

Lomba PORSENI yang dibuka oleh Camat Parung, Bapak Kuswara berlangsung meriah dan bersemangat. Walaupun udara panas membuat banyak anak kehausan, namun dengan semangat tinggi dan keberanian, anak-anak PAUD Warabal berjaya memenangkan sebagian besar dari lomba tersebut. (Kiswanti)