Kegiatan Hari Perempuan Internasional Di Balai Anak Sudagaran

Selasa, 8 Maret 2011, Balai Anak Sekar Ceria Sudagaran (BASC) bersama dengan seluruh elemen masyarakat sudagaran mengadakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang ke 100. Hadir dalam kegiatan tersebut 132 orang, 83 anak-anak, 38 ibu-ibu dan 10 bapak-bapak. Tema dari kegiatan ini adalah “Berdaya dan Berdaulat untuk Kesetaraan”.

Kegiatan hari perempuan internasional di BASC Sudagaran dipusatkan di jembatan sungai Wonongo. Anak-anak dengan membawa merah putih sebagai simbol kemerdekaan anak-anak dalam memperoleh hak dan kewajiabnnya berjalan dari arah timur dan para perempuan (orang tua) dengan membawa beberapa kertas karton bertuliskan berbagai macam hak perempuan berjalan dari arah barat kemudian mereka bertemu di tengah jembatan dengan saling bergandengan tangan dan terjadi dialog antara ibu dan anak dengan berbagai nasehat perempuan kepada anak.

Adegan tersebut menggambarkan pada kita  bahwa  antara perempuan, laki-laki dan anak-anak tidak ada perbedaan.  Anak-anak memiliki hak dengan berbagai dunianya di topang oleh laki-laki sebagai ayah dan perempuan (ibu). Keduanya   berperan sebagai jembatan untuk pemenuhan hak anak terutama di wilayah sudagaran.

Setelah mereka asik berbicara dengan masing-masing keluarga kemudian menyanyikan lagu maju tak gentar dan padamu negeri sebagai simbol bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki proses untuk berdaya bukan dilemahkan, berdaulat kepada masayarakat dan ikut andil dalam kesetaraan di berbagai kegiatan dan sendi kehidupan. Kegiatan tersebut ditutup dengan lagu Simponi Desa Taruna dan perempuan mengandeng anak-anak mereka  kembali ke Balai Anak Sudagaran. Untuk melihat tampilan videonya klik alamat ini http://www.youtube.com/watch?v=ghi5VYPM0qg

Periode satu abad menjadi tolok ukur apakah persoalan yang dihadapi perempuan semakin berkurang, atau  justru perempuan ‘diperlemah’ oleh sistem yang disebut-sebut akan melindunginya? Pada tahun ini diserukan kepada seluruh perempuan agar lebih berdaya dan berdaulat bagi dirinya. Balai Anak Sudagaran bersama dengan Perempuan mengajak seluruh individu yang peduli untuk bergabung dan bersama-sama mewujudkan sebuah keadaan di mana perempuan berdaya dan berdaya sehingga kesetaraan yang sesungguhnya bisa diraih dan dirasakan bersama (Dede Addlisyah dan Vissia Hartini, BASC Sudagaran).