YAYASAN WADAH SELENGGARAKAN GLOBAL GATHERING KE-3, JAKARTA 22-23 Maret 2018

WGG.JPG

Yayasan Wadah Titian Harapan, pimpinan ibu Anie Hashim Djojohadikusumo, menyelenggarakan Wadah Global Gathering (WGG) ke-3   pada 22-23 Maret 2018.  Acara tersebut adalah pertemuan pekerja sosial perempuan dan laki- laki tetapi khususnya perempuan dari seluruh dunia yang memberikan pengaruh yang kuat dan berbagi kepada kita tentang apa yang sudah mereka lakukan dalam sebuah komunitas.

Sudah sekian lama, WGG telah menghadirkan individu-individu dari semua umur dan latar belakang dan sebagian besar dari mereka adalah orang orang yang sering kali tidak terlihat dan tidak diketahui tetapi telah mampu memberikan kekuatan narasi, tantangan dan rencana rencana mereka dan juga membangkitkan komunikasi global.

Tema yang diusung dalam pertemuan tersebut adalah : WOMEN : Toarchbearers and Pillars of Hope Towards Achieveing the 2030 Global Goals (SDGs) Perempuan : Pembawa Obor dan Pilar Harapan Menuju tahun 2030 Target Global (SDGs).

Tema tersebut menjadi pusat perhatian dari para pemimpin perempuan yang bekerja dengan penuh keberanian dan tanpa lelah dalam menghadapi tantangan di lingkungan sosial, budaya lingkungan hidup. Hal tersebut juga akan menunjukkan peran perempuan dalam meraih target 2030 Sustainable Development Goals (SDG) yang diadopsi oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mengakhiri kemiskinan dan melindungi bumi serta menciptakan kesejahteraan bagi semua.

Wadah Global Gathering akan memberikan masukan-masukan kepada pendengar publik yang mempunyai pengaruh, yang memiliki keperdulian terhadap kemanusiaan dan mempunyai kekuasaan serta kekuatan untuk menginisiasi tidak hanya orang tetapi juga sebuah bangsa untuk melakukan gerakan bagi suara perempuan di Asia dan Amerika.

Kegiatan tersebut dibuka oleh bapak Prabowo Subianto yang juga memberikan sambutan serta pidato yang mengingatkan bahwa sejak jaman sebelum kemerdekaan sampai saat ini GERAKAN EMAK EMAK sangat penting dalam peradaban bangsa kita. Di hari kedua, Gubernur DKI Jakarta bapak Anies Baswedan juga memberikan sambutan mengenai sebuah kota akan maju bila seluruh warga berpartisipasi terhadap pembangunan dan ternyata perempuan perempuan di Wadah sudah melakukannya terlebih dahulu. BRAVO !!

Kegiatan WGG tersebut dapat terselenggara di Indonesia berkat Yayasan Wadah Titian Harapan yang sudah berusia 10 tahun tetapi ibu Anie Hashim Djojohadikusumo sudah bergerak sebagai aktivis sosial sejak 30 tahun yang lalu. Yayasan Wadah juga telah terdaftar sebagai lembaga nirlaba yang mendapatkan status Konsultatif Khusus oleh ECOSOC (Economic dan Social Council) PBB. Kemudian, pada akhir 2017, Yayasan Wadah telah mendapatkan sertifikasi manajemen mutu ISO 9001:2015.

Apa yang sudah dilakukan oleh ibu Anie dan bapak Hashim mungkin tidak banyak diketahui oleh orang-orang di Indonesia tetapi yang jelas mereka adalah philanthropist dari Indonesia yang sudah berbuat banyak bagi kesejahteraan sosial melalui 50 lebih komunitas yang tesebar di Indonesia. Komunitas-komunitas tersebut saat ini masih fokus dalam bidang pendidikan , kesehatan, pengentasan kemiskinan, kesetaraan jender dan lingkungan hidup dari 17 target lainnya yang merupakan target dari SDGs.

Terima kasih ibu Anie. Ibu memang LUAR BIASA !! Semoga apa yang ibu lakukan menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia lainnya.

(Agnes Marcellina)