Koordinator PKM Wadah Kupang, Mengikuti Kursus Pelatihan di Australia

Peserta kursus pelatihan Empowering Women for Sustainable Development of Indonesia’s Aquatic Living Resources. Ibu Oa terlihat di baris kedua kiri berbaju hijau. (Sumber foto: website Monash University, Australia)

Peserta kursus pelatihan Empowering Women for Sustainable Development of Indonesia’s Aquatic Living Resources. Ibu Oa terlihat di baris kedua kiri berbaju hijau. (Sumber foto: website Monash University, Australia)

Ibu Raineldis Boleng Hayon yang dikenal dengan panggilan Ibu Oa, Koordintor Pusat Kegiatan Masyarakat Wadah (PKM Wadah) Kupang,  Nusa Tenggara Timur (NTT) diundang oleh Monash University Australia untuk mengikuti kursus pelatihan mengenai Empowering Women for Sustainable Development of Indonesia’s Aquatic Living Resources. Pelatihan yang  berlangsung selama  satu bulan (17 Oktober -11 November 2016)  di Monash University ini dirancang untuk membantu pengembangan pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir oleh perempuan secara berkelanjutan berdasarkan pada tiga pilar utama pengembangan kelautan dan perikanan di Indonesia yaitu:  kelautan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

Pelatihan yang diprakarsai oleh Dr Paul McShane dari Monash University tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Badan Kelautan & Perikanan Australia, diikuti 12 peserta yaitu 5 dari UGM, 3 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan 4 orang dari lembaga swadaya masyarakat (LSM). 

 

Ibu Oa dalam kegiatan pelatihan dengan peserta lainnya.

Ibu Oa dalam kegiatan pelatihan dengan peserta lainnya.

Pelatihan ini membahas berbagai topik antara lain: pengetahuan tentang potensi sumberdaya perairan di Indonesia, tata-kelola secara ekonomi-ekologi sebagai salah satu sumber kehidupan berkelanjutan, serta potensi sumberdaya manusia Indonesia dalam mengelola sumberdaya laut termasuk perempuan.

Dalam kesempatan ini Ibu Oa menyampaikan informasi tentang pemberdayaan perempuan pesisir ala Yayasan Wadah di desa Wuring Lembah, Sikka. Yayasan Wadah pada tahun 2013 lalu memberangkatkan 3 perempuan dari desa pesisir inibersama 5 lainnya, masing-masing dariDesa Pomat, Wolomude, Koa dan Kupang ke India untuk belajar cara merakit peralatan listrik tenaga surya (LTS). “Cerita ini ternyata sangat menarik perhatian Dr. Paul McShane, ketua panitia pelatihan. Beliau ingin belajar dari ibu-ibu yang kini dikenal dengan julukan pendekar terang tersebut terutama berkaitan dengan tema laut dan pesisir. Untuk itu Dr. McShane akan mengunjungi Kupang dan Desa Wuring Lembah pada bulan Desember 2016”.

Ibu Oa saat menerima sertifikat pelatihan

Ibu Oa saat menerima sertifikat pelatihan