Warga Tugu Kini Punya Posyandu

KOJA (Pos Kota) – Setelah menunggu bertahun-tahun akhirnya masyarakat Kampung Beting Remaja, di Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, memiliki Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Setelah berdiri layanan itu, para orangtua bisa memeriksakan kesehatan balitanya ke Posyandu yang diberinama Arsari ini.

Saat peresmian Posyandu yang dihadiri oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Tugu Utara 3, Puskesmas Kecamatan Koja, serta petugas dari Suku Dinas Kesehatan, Jakarta Utara dipadati oleh ratusan orangtua. Mereka memeriksakan kesehatan anaknya di Pos pelayanan terpadu itu.

“Alhamdulillah akhirnya Posyandu itu dibangun, warga di sini tidak pernah menyangka kalau Posyandu bisa berdiri di Kampung Beting,” kata Supiah,31  ibu empat anak ini, saat ditemui di tempat pelayanan Posyandu Arsari, di Blok A, Kampung Beting Remaja.

Warga Blok B, Kampung Beting Remaja, mengaku senang dengan keberadaan Posyandu di wilayah tempat tinggalnya. Dia juga mengaku sangat berterima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono yang peduli terhadap warga miskin seperti dirinya.

Selama ini, ia dan ibu-ibu lainnya di Kampung Beting kerap kesulitan membawa anak-anak mereka untuk diimunisasi. Akhirnya sejak lahir, keempat anaknya tidak memperoleh imunisasi yang lengkap.

Sementara itu Kristina, salah satu bidan dari Puskesmas Kecamatan Koja yang membantu pelayanan perdana Posyandu Arsari mengatakan, saat ini hanya anak di bawah dua tahun yang bisa dilayani. Sebab jumlah balita yang datang ke pelayanan ini terlalu banyak.

“Untuk sementara waktu kami prioritaskan yang di bawah dua tahun terlebih dahulu. Khususnya lagi, balita yang belum mendapatkan imunisasi campak. Tapi kedepan seluruhnya akan kami layani semuanya,” ujarnya.

Diakui oleh Kristin, dari total 386 balita yang ada di Kampung Beting Remaja, yang bisa diimunisasi hari ini hanya 28 balita. “Tidak semua balita yang berusia di bawah dua tahun bisa diimunisasi hari ini, sebab ada balita yang kurang sehat, seperti sedang demam tidak bisa diimunisasi,” ungkapnya Kristina.

Ke 28 balita itu, diantaranya menerima imunisasi Campak, BCG, Polio, dan DPT. Menurutnya, pemberian imunisasi juga akan dilakukan pada Oktober 2011. Dan saat itu, seluruh balita dari usia 0 – 59 bulan akan diberikan imunisasi. Menurutnya, imunisasi sangat penting untuk balita, sebab dapat memberikan kekebalan dari penyakit. (Pos Kota 1 Juli 2011/ wandi/ak/)