"Presiden Republik Abu-Abu", Pemenang Eagle Awards 2011

Abu-abu1-300x177.jpg
Sutradara film 'Presiden Republik Abu-Abu' Mutiara Paramitha (kiri) dan Afief Riyadi (kedua kiri) menerima anugerah tertinggi dari Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo (kedua kanan), dalam acara Eagle Award ke tujuh di Grand Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (28/10). (Foto Metro TV)

Pada acara malam grand final yang ditayangkan Metro TV secara langsung dari Grand Studio Metro TV Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (28/10) malam, film dokumenter berjudul ‘Presiden Republik Abu-Abu’ berhasil menyabet piala Eagle Awards 2011 untuk kategori Film Dokumenter Terbaik.

Film karya sutradara Mutiara Paramitha Andika dan Afief Riyadi (putra Koordinator Sanggar Arsari Warabal Parung) ini mengungguli empat film lainnya yang menjadi finalis. Film yang bercerita tentang perjuangan sekelompok warga di Kampung Beting yang menjadi grey area karena sejak tahun 1990, kepemilikan hak tanah milik warga dicabut oleh Pemerintah DKI Jakarta Utara.

Kini, wilayah seluas kurang lebih 4,5 ha itu dimiliki oleh perusahaan swasta. Sehingga, warga di sana tidak mendapat pengakuan dari negara. Mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan surat-surat kependudukan, sekolah, sampai bekerja di bidang formal. Sosok Ricardo Hutahaen (Koordinator Sanggar Arsari Anak Mandiri Kp. Beting)  hadir untuk membantu warga ‘abu-abu’ di sana. ‘Presiden Republik Abu-abu’ itu memperjuangkan hak-hak sipil warga Kampung Beting.

Namun, sangat disayangkan Ricardo tidak dapat hadir pada malam penganugerahan. “Kami sangat senang bisa mendapatkan Elang ini. Sayang, Presiden Abu-abu tidak bisa hadir malam  ini karena harus mengurus sesuatu di Kampung Beting. Kabarnya, pasokan air bersih, akan diputus di kampung itu. Semoga Kampung Beting tidak abu-abu lagi,” ungkap Mutiara.

Pemenang mendapatkan hadiah berupa kamera profesional dan komputer editing portable. Empat finalis lainnya, yakni ‘Mutiara Pesisir Pantai’ – Belo (Film Dokumenter Favorit Pilihan Pemirsa), ‘Garamku Tak Asin Lagi’ – Jamaluddin Phonna dan Azhari (Film Dokumenter Rekomendasi Juri),’ Adeus Timor Lorosae’ – M. Zulfi Ifani dan Kurnia Rahmad Dhani, dan ‘Hutanku Sekolahku’ – David Suryadi dan Roberto Setyadi. Acara ini juga dimeriahkan oleh RAN, Saykoji, dan Bondan feat 2 Black. (Naufal Rizqi Muttaqien/Tabloid Bintang, 29 Okt 2011)