Bengkel Listrik Tenaga Surya Hasil Kerja Sama dengan India Diresmikan

Kupang, --- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Rabu (8/7), meresmikan satu  bengkel untuk perakitan, perbaikan, dan perawatan panel listrik tenaga surya, yang peralatan dan komponennya merupakan teknologi India. Bengkel ini mengelola 254 unit panel Listrik Tenaga Surya (LTS) yang telah di pasang di desa tersebut.

Peresmian dilakukan Bupati TTS Ir. Paulus Victor Rollan Mella, MSi. di desa  Koa,   kecamatan Mollo Barat, Timor Tengah Selatan  Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Pendirian bengkel panel LTS tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama  antara Yayasan Wadah Titian Harapan dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, dua yayasan yang fokus pada bidang pendidikan dan pemberdyaan masyarakat miskin. Kerja sama ini juga melibatkan Al Njoo dari Give2Asia dan Pemerintah India melalui Barefoot College.

Hadir dalam acara peresmian Pembina Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Anie Hashim Djojohadikusumo,  bersama Duta Besar India untuk Indonesia Gurjit Singh dan Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis.

Sehari sebelumnya, juga telah diresmikan tiga Bengkel LTS di Kabupaten Sikka, Maumere, NTT. Masing-masing  di Dusun Pomat, Desa Wailiti,  di Kampung Wuring Lembah, Kelurahan Wuring, keduanya di Kecamatan Alok Barat, dan di Dusun Wolomude, Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Sikka Maumere.

Anie Hashim, seusai peresmian menyampaikan harapannya agar dengan masuknya listrik di dusun- dusun ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan setempat, sebab anak-anak dapat belajar pada malam hari. “Sebelum ada listrik, anak-anak dusun ini umumnya sekitar pukul enam petang sudah selesai belajar. Listrik amat penting karena dapat membawa kesejahteraan. Daerah yang kondisi listriknya baik cenderung lebih sejahtera," kata Anie.

“Kami pun sangat berharap desa-desa yang terisolir di TTS juga mendapat layanan listrik," papar  Bupati TTS, Paulus. “Karena dengan adanya bantuan listrik tenaga surya akan membantu anak-anak belajar, dan akan berdampak pada kualitas kesejesahteraan masyarakat,” katanya lebih lanjut.

Dalam kerja sama itu, Barefoot College, India  melatih delapan warga asal NTT. Mereka dilatih selama enam bulan, yakni dari 16 September 2013-14 Maret 2014 di Tilonia, Jaipur, India. Peserta yang dipilih semuanya adalah perempuan yang telah berusia tua dan berpendidikan rendah, umumnya hanya tamatan sekolah dasar. Mereka dididik dan dilatih merakit, memelihara dan  memperbaiki panel LTS.

Setelah selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan, pihak Yayasan Wadah Titian Harapan dengan dukungan sejumlah donatur kemudian mendatangkan peralatan dan komponen yang langsung dirakit oleh delapan peserta itu menjadi panel LTS. Kemudian sejak Mei 2015 telah dioperasikan 96 panel LTS di Dusun Wolomude, 55 di Pomat, dan 254 panel di Desa Koa.