Wadah dan UNPAR Bekerjasama Mengembangkan Desa Arjasari

Yayasan Wadah Titian Harapan (Wadah)  dan Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan (LPPM-UNPAR) merintis kerja sama untuk mengembangkan masyarakat Desa Arjasari melalui program pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Program ini akan dilakukan dengan  “mengeksploitasi” aset lokal seperti pertanian jagung, tomat dan aset-aset lainnya di luar pertanian. Ini akan mencakup pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta perwujudan Desa Arjasari sebagai Desa Wisata.

Untuk itu Yayasan Wadah, LPPM-UNPAR dan Kepala Desa Arjasari  mengadakan pertemuan di kampus UNPAR pada 30 September 2015 lalu untuk menindaklanjuti MOU yang sudah dibuat sebelumnya  antara Wadah dan UNPAR.

Untuk merealisasikan program ini, ketiga lembaga akan merumuskan kerja sama tersebut secara lebih terperinci dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat Desa Arjasari. Bapak Rosiman, Kepala Desa Arjasari atas nama Pemerintah Desa sudah menyetujui program kerja sama tersebut.

Dalam pertemuan tersebut hadir  Ibu Suka Djelantik dan Pak Gandhi Pawitan (UNPAR), Kepala Desa dan Sekretaris Desa Arjasari. Sedangkan dari Yayasan Wadah hadir  Retnaning Tyas (Ketua Wadah), Paula Landowero, Alfredo Torno III, Yan Ghewa dan  Sophan Ajie. Ketiga lembaga ini diharapkan bisa menyepakati sebuah memorandum aksi bersama (MOA) sehingga program pemberdayaan masyarakat ini bisa dilaksanakan dengan lebih terarah dan tepat sasaran.

Program pendampingan masyarakat di Desa Arjasari sudah dilakukan Yayasan Wadah sejak tahun 2009 sampai sekarang  melalui berbagai kegiatan pendidikan (bimbingan belajar, ransel pintar, happy mom) dan  kesehatan (Posyandu). Bahkan Yayasan Arsari Djojohadikusumo d/h Yayasan Keluarga Hashim Djojohadikusumo (YKHD) yang merupakan induk Yayasan Wadah sudah merintis program pendampingan masyarakat di desa sejuk ini sejak 2006 dengan membangun sarana dan pelayanan perpustakaan. (PL)