Solar Mama Bawa LTS ke Desa Mereka

Sangat sulit dibayangkan betapa di zaman serba digital ini, masih banyak desa dan dusun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih gelap gulita saat malam tiba karena belum terjamah penerangan listrik. Penerangan yang tersedia hanyalah cahaya alam, anugerah  Tuhan berupa cahaya matahari di siang hari, cahaya bulan dan lampu teplok di malam hari. Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, listrik tenaga surya (LTS)  sudah semakin banyak tersedia di pasaran  dan kian hari kian terjangkau harganya. 

24 “Solar Mama” Dalam 4 Angkatan

Program pelatihan LTS dan Penampungan Air Hujan merupakan pelatihan reguler yang sudah sejak lama ditawarkan dan disponsori oleh Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC). Barefoot College International (BCI) di Tilonia, Rajashtan, India menjadi lembaga pelaksana program pelatihan tersebut. Sementara itu, di Indonesia, Yayasan Wadah Titian Harapan (Wadah) ditunjuk sebagai mitra lokal dari BCI dalam mencari dan memilih para pesertanya. Di luar ITEC, BCI dan Yayasan Wadah, Kedutaan Besar India di Indonesia menjadi pihak keempat yang aktif terlibat kerja sama dalam penyelenggraan program pelatihan tersebut. 

Program pelatihan LTS tersebut  bermula pada tahun 2013 ketika untuk pertama kali Yayasan Wadah mengirim 8 perempuan desa yang minim pendidikan dan bahkan buta huruf ke India. Mereka berasal dari desa-desa di Maumere, Flores dan Koa, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Rasmi, Intan, Maria Adelfina, Agnes, Maria Karolina dan Hanfia, semuanya dari Maumere, Flores. Sedangkan Dominggas de Jesus dan Olandina Rangel berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Selama 6 bulan pelatihan LTS di Barefoot College, mereka diperkenalkan dengan beragam peralatan dan komponen elektronika seperti panel surya, transistor, capacitor, resistor dan electrolyte condenser serta dilatih merakitnyamenjadi pembangkit listrik tenaga surya (LTS). Selain itu, mereka juga diajarkan cara memasang instalasi, cara merawat dan memperbaiki sistem LTS tersebut. 

(Kiri-Kanan): Rista Maria Kristina De Guer - Wakil Korwil III, Elisabeth Ndaru, Yohana Tawa, Albina Bai, Pulina Toyo, H.E. Pradeep Kumar Rawat, Ambassador of India di Jakarta, Florida Teang, Marselina Nena, Ludgardis Tibu, Paula Stela Landowero, Secretary General Wadah Foundation

(Kiri-Kanan): Rista Maria Kristina De Guer - Wakil Korwil III, Elisabeth Ndaru, Yohana Tawa, Albina Bai, Pulina Toyo, H.E. Pradeep Kumar Rawat, Ambassador of India di Jakarta, Florida Teang, Marselina Nena, Ludgardis Tibu, Paula Stela Landowero, Secretary General Wadah Foundation

Pada September 2018, dikirim angkatan kedua sebanyak 5 orang perempuan yang kali ini berasal dari Pulau Alor dan Koa. Mereka adalah Sara Kamesa, Meriana Mailani, Lenora Maibilia dari Alor, Flores, sedangkan dari Koa adalah Yumina Ferderika Kune dan Yohana Franklin. Kemudian, pada akhir Maret 2019,4 perempuan lagi sebagai engkatan ketiga, bergabung mengikuti program LTS tersebut yaitu Serly Serfice Bendelina Sanam dari Desa Koa, TTS, Ariance Manalang, Agiustina Maufani dan Susana Maima dari Alor, Flores. Semua perempuan tersebut yang kini dipanggil dengan “Insinyur LTS” atau Solar Mama, sudah kembali ke desa mereka untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh di Barefoot College India. 

Keterampilan Tambahan Sebagai Bonus 

Ternyata  selama berada di Barefoot College, mereka tidak hanya sibuk dengan pelatihan merakit LTS, tetapi juga diajarkan berbagai keterampilan (life skill) lainnya termasuk membuat pembalut, membuat kerajinan  renda, rajutan tas dan keranjang, membuat lilin, membuat kapur tulis dan bahkan bertanam sayuran dan tumbuhan obat. 

Piknik ke Taj Mahal

Selain itu, mereka juga mendapat kesempatan santai, pergi piknik, mengunjungi salah satu monumen keajaiban dunia, Taj Mahal di Agra, India yang dibangun Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai musoleum untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal.  

Solar mama Angkatan ke- 4 tiba di India, (kiri-kanan): Florida Teang, Yohana Tawa, Albina Bai, Ludgardis Tibu, Elisabeth Ndaru, Marselina Nena, Paulina Toyo

Solar mama Angkatan ke- 4 tiba di India, (kiri-kanan): Florida Teang, Yohana Tawa, Albina Bai, Ludgardis Tibu, Elisabeth Ndaru, Marselina Nena, Paulina Toyo

Angkatan keempat

Tanggal 13 September 2019, 7 “Solar Mama” lagi  telah diberangkatkan ke India untuk mengikuti pelatihan perakitan listrik tenaga surya (LTS) di Barefoot College, Tilonia, Rajashtan, India. Ketujuh perempuan tersebut, seperti pendahulunya, akan belajar cara merakit, memasang instalasi dan memperbaiki LTS di kampus Barefoot College tersebut selama 5 bulan (September 2019–Februari 2020). Mereka yang merupakan angkatan keempat tersebut adalah Florida Teang, Marselina Nena, Yohana Tawa dari Desa Tedamude, Paulina Toyo dari Desa Rendu Butowe, Albina Bai dari Desa Pagomogo, Elisabeth Ndaru dari Desa Mbay II dan Ludgardis Tibu dari Desa Tadakisa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Di masa-masa  mendatang diharapkan semakin banyak perempuan desa dari berbagai wilayah di Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan penerangan listrik, bisa mendapatkan kesempatan untuk berlatih di Barefoot College, Tilonia, Rajashtan, India dan membawa terang ke desa mereka.