Tirta Harapan Lestari Mengalirkan Air ke Desa Arjasari

Pompa air hidrolik Tirta Harapan Lestari di Desa arjasari
Pompa air hidrolik Tirta Harapan Lestari di Desa arjasari

Kekurangan air akibat kemarau panjang  yang melanda berbagai wilayah di tanah air termasuk Desa  perbukitan sejuk Arjasari di Kabupaten Bandung Selatan telah menggerakan Yayasan Wadah untuk mendatangkan penemu pompa air ram hidrolik, yaitu Letkol Simon Kamlasi ke Desa Arjasari.  Letkol Simon adalah Komandan Detasemen Peralatan Korem 161/Wira Sakti Kupang yang tidak hanya  ahli membuat pompa air  hidrolik, tetapi juga sangat berpengalaman memasang pompa hidrolik tersebut di berbagai wilayah yang kesulitan air di Indonesia. Kedatangan Letkol Simon disambut dengan sangat antusias oleh Kepala Desa (Kades) dan Masyarakat Desa Arjasari.

Pompa ram hidrolik buatan Letkol Simon ini terinspirasi dari mekanisme tolak balik meriam yang bisa di-aplikasikan untuk mendorong air melawan gravitasi. Pompa ini sangat ekonomis karena dapat mengalirkan air 24 jam sehari tanpa membutuhkan bahan bakar maupun daya listrik sama sekali.

Dalam waktu hanya dua bulan, tiga pompa air hidrolik  sudah terpasang di Desa Arjasari dan sudah dapat mengalirkan air bersih ke rumah-rumah penduduk.  Ini merupakan hasil kerja gotong royong yang luar biasa  dari masyarakat Desa Arjasari dengan bantuan berbagai pihak termasuk Yayasan Wadah.

Tanki penampungan akhir. Dari sini air dialirkan dengan pipa ke rumah-rumah penduduk
Tanki penampungan akhir. Dari sini air dialirkan dengan pipa ke rumah-rumah penduduk

Sumber airnya terletak di sebuah lembah yang dikelilingi kebun dan sawah milik  masyarakat. Menurut cerita para sesepuh Desa Arjasari, sumber air tersebut sudah ditemukan sejak zaman penjajahan Belanda karena wilayah ini dahulunya merupakan  perkebunan teh dan kina milik Belanda.

Kepala Desa Arjasari, Bapak Rosiman, menandtangani sertifikat peresmian pompa air
Kepala Desa Arjasari, Bapak Rosiman, menandtangani sertifikat peresmian pompa air

Untuk menjaga kelestarian dan keamanan mata air ini, Ibu Anie menyarankan agar wilayah di sekitarnya perlu dihijaukan dengan menanam berbagai pohon yang bisa menahan air termasuk  pohon bambu. Selain itu, kolam penampungan  utama mata air tersebut perlu ditata sedemikian rupa agar kebersihan dan kebeningannya  dapat dijaga.

Ibu Anie dan Kepala Desa Arjasari foto bersama dengan tokoh dan aparat desa
Ibu Anie dan Kepala Desa Arjasari foto bersama dengan tokoh dan aparat desa

Pompa air yang diberi nama Tirta Harapan Lestari (THL) ini telah diresmikan pada 5 Oktober 2015 lalu. Acara peresmian yang sederhana namun penuh suka cita ini dihadiri oleh Ibu Anie, Pembina Yayasan Wadah beserta pengurus Wadah, Kepala Desa Arjasari, Bapak Rosiman beserta jajaran aparat Desa, Wakil Camat dan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Arjasari serta Koordinator PKMW Arjasari Sophan Aji. Kegiatan ini diawali dengan kunjungan Ibu Anie ke sumber mata air dimana pompa hidrolik tersebut dipasang.

Sebagian pekerjaan instalasi untuk pendistribusian air ke pemakai akhir  sedang dalam tahap pemasangan dan diharapkan pada bulan November 2015 seluruh masyarakat di RW 3 Desa Arjasari sudah dapat menikmati air bersih.(zhn)