PKM Wadah Mutiara Abadi Membangun Karakter Melalui Pencak Silat

Pencaksilat1-1.jpeg

Indonesia merupakan negara multi etnik yang memiliki  beragam seni budaya. Salah satu yang cukup terkenal adalah  Pencak Silat, yaitu seni bela diri warisan luhur bangsa Indonesia yang mencerminkan  nilai pendidikan karakter budaya dan cerminan perilaku kehidupan bangsa Indonesia yang bersifat turun-temurun. Pencak Silat tidak kalah populernya  dengan seni bela diri dari negara-negara lain, bahkan sudah menjadi bagian utama dalam  berbagai kompetisiolah raga internasional seperti SEA Games  dan Asian Games.

Masing-masing daerah di Indonesia  memiliki perguruan Pencak Silatnya  dengan ciri khas masing-masing. Ada yang  sudah sangat dikenal, baik di dalam negeri maupun di manca negara. Salah satu  adalah Perguruan Pencak Silat Tapak Suci yang berpusat di Yogyakarta. PKM Wadah Mutiara Abadi yang berlokasi di Sleman Yogyakarta menjadi salah satu anggota perguruan ini.

Pencaksilat5.jpeg

Kegiatan unggulan

Sebagian besar peserta Perguruan Tapak Suci di padepokan PKM Wadah Mutiara Abadi adalah  anak-anak dan remaja  usia antara 5-20 tahun. Mereka  datang dari berbagai daerah di sekitar Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Pakem, Ngemplak, Turi, Tempel, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Kegiatan yang merupakan  salah satu  unggulan PKM Wadah Mutiara Abadi ini dimulai pada tahun 2015. Sekarang semakin berkembang dan pelatihannya  dilaksanakan setiap hari Sabtu jam 15.30 – 17.30 WIB.  

Moral dan budi pekerti melalui silat

Dalam berlatih silat, seorang pesilat harus beriman kepada sang Pencipta, dan memiliki budi pekerti, perangai, dan tingkahlaku  terpuji. Pesilat tidak boleh sombong, tetapi harus percaya diri dan jujur, suka berteman. Menjauhi permusuhan dan prasangka buruk. Memiliki motivasi berprestasi dan belajar namun tidak emosional, stres, cemas, agresif dalam menghadapi situasi tertentu.

Pencaksilat4.jpeg

Berawal dari animo masyarakat

Pelatihan pencak silat di PKM Wadah Mutiara Abadi berawal dari banyaknya masyarakat yang tertarik mengikut sertakan anaknya  pada Perguruan Tapak Suci,  terutama di  kecamatan Cangkringan.  Koordinator PKM Wadah Mutiara Abadi,  Nartukiyo sangat mendukung kegiatan tersebut karena  tingginya minat anak-anak yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti latihan silat di tempatnya. “Berawal dari mengikuti pencak silat Tapak Suci, anak-anak pun mulai tertarik dengan kegiatan lain di PKM Wadah Mutiara Abadi misalnya belajar bersama, membaca Alquran,  menari,  bahasa Inggris dan seni kreatifitas lainnya seperti Seni Musik”, Nartukiyo mengatakan.

Seiring berjalannya waktu,  kegiatan Tapak Suci PKM Wadah Mutiara Abadi mulai melahirkan pesilat-pesilat yang pada tingkatannya mampu menjadi asisten pelatih dan juga kader/pelatih, di antaranya Suhandani, Jujun Morvandy, Oktamira Ayu Saputri, Putrisari, Mike Syahriana, Cika Ismawandari,  Septi Wulandari, dan Nur Vaizin. Selain itu, mereka aktif mengikuti  berbagai kejuaraan di antara POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah), Popwil, Porda DIY, dan Kejurnas Pencak silat 2016, serta Yogyakarta Championship 2017.

Undangan menjadi pelatih

Tahun ini  PKM Wadah Mutiara Abadi diminta melatih pencak silat di berbagai  sekolah yang ada di sekitar PKM Wadah Mutiara Abadi, yaitu  SMP Negeri 2 Pakem, SMP Muhammadiyah Ngemplak, SD Muhammadiiyah Kregan Cangkringan,  MI Ponpes Darul Ulum Pakem, SDIT Darul Hikmah Pakem, SD Muhammadiiyah Ngepring, SD Muhammadiyah Pakem, dan SMK Muhammadiyah Cangkringan.

Kegiatan Tapak Suci di PKM Wadah Mutiara Abadi diakui manfaatnya oleh para peserta kegiatan, antara lain  membuat anak-anak lebih disiplin, bertanggungjawab, percaya diri, bekerja keras, jujur, santun, menyangi dan patriotis. Yayasan Wadah Titian Harapan melalui kantor wilayah II berkomitmen memberikan dukungan moral, fasilitas dan kesempatan kepada PKM Wadah Mutiara Abadi dalam menjalankan dan mengembangkan berbagai programnya.  (Laporan Dwi Yunianto, Admin PKM Wadah Mutiara Abadi)