Rombongan Ketiga “Mama Terang” Menuju India

Rombongan ketiga “Mama Terang” dengan Ibu Paula Landowero

Rombongan ketiga “Mama Terang” dengan Ibu Paula Landowero

Rombongan ketiga dari program pelatihan merakit listrik tenaga surya (LTS)  hari ini Jumat (22/3)  bertolak menuju India. Rombongan yang terdiri dari 4 mama yaitu Mama Susana Maima, Mama Mariance Manilang, keduanya  dari Desa Talwai dan  Mama Agustina Maufani dari Desa Tasi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Sedangkan peserta keempat, Mama Serli Sanam berasal  dari Desa Koa,  Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. Keempat mama tersebut  mendapat kepercayaan dari masyarakatnya untuk mengikuti pelatihan merakit LTS, di Barefoot College, Tilonia, Rajashtan, India. Program pelatihan yang akan berlangsung selama 6 bulan ini di dukung oleh Barefoot College, Kedutaan Besar India di Indonesia dan Yayasan Wadah Titian Harapan (Wadah). Hingga kini Yayasan Wadah telah berhasil mengirim tiga rombongan “mama terang” untuk belajar merakit LTS di India. Rombongan pertama dan kedua sudah kembali ke tanah air dengan membawa terang ke desa mereka masing-masing. 

Mama Agustina (53 tahun) merasa bangga mendapat kesempatan ini. Dalam usianya yang tidak muda lagi, ia sangat antusias untuk belajar menjadi teknisi LTS, mengikuti jejak pendahulunya, mama Lenora dan mama Mery, yang sekarang telah kembali ke Desa Talwai untuk mulai mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang diterimanya.

“Mama Terang” di Barefoot College, Tilonia, India

“Mama Terang” di Barefoot College, Tilonia, India

Masyarakat Alor dan Koa (Dusun Fatuliman, Desa Koa, TTS) sampai saat ini belum menikmati cahaya terang di malam hari karena belum terjangkau pelayanan listrik. 

Tahun 2012, Pemerintah melalui PLN, telah menyediakan program LTS  yang dikenal dengan Lampu Sehen, namun karena terbatasnya daya tampung listrik karena  tanpa aki, maka lampu Sehen hanya bertahan 2 jam saja. 

“Apalagi kalau cuaca mendung, lampu tidak bisa menyala”, ujar mama Agustina dari Desa Tasi.

Program pelatihan perakitan LTS di Barefoot College ini akan membantu sebagian masyarakat di Kabupaten  Alor dan Kabupaten Koa yang belum kebagian listrik PLN, bisa menikmati cahaya di malam hari. (Paula)