Pencak Silat

PKM Wadah Mutiara Abadi Membangun Karakter Melalui Pencak Silat

Indonesia merupakan negara multi etnik yang memiliki  beragam seni budaya. Salah satu yang cukup terkenal adalah  Pencak Silat, yaitu seni bela diri warisan luhur bangsa Indonesia yang mencerminkan  nilai pendidikan karakter budaya dan cerminan perilaku kehidupan bangsa Indonesia yang bersifat turun-temurun. Pencak Silat tidak kalah populernya  dengan seni bela diri dari negara-negara lain, bahkan sudah menjadi bagian utama dalam  berbagai kompetisiolah raga internasional seperti SEA Games  dan Asian Games.

Anak-Anak PKM Wadah Mutiara Abadi Boyong 12 Medali Pencak Silat

Atlet pencak silat anak-anak PKM Wadah Mutiara Abadi Yogyakarta, ikut serta dalam kejuaraan nasional pencak silat Yogyakarta Championship 1 pada 18-19 Maret 2017di gedung Among Rogo Yogyakarta. Kompetisi ini diikuti15 provinsi dari seluruh Indonesia,  melibatkan 1886 atlet pencak silat dari berbagai perguruan silat yang bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yaitu: Tapak Suci, Perisai Diri, SH Terate, Persatuan Hati, Persinas, ASAD, Pasdja Mataram, Perpi Harimurti, Perguruan Silat Anak Naga Cepedi, Bina Mental, Walet Putih, dan Sanca Putih.

Pencak Silat PKM Wadah Mutiara Abadi yang berada di bawah tim Tapak Suci Rajawali Cangkringan Sleman mengirimkan 15 atlet.  Dua belas atlet sukses meraih juara di kelas tanding dan berhasil memboyong 12 medali, yaitu: Oktamira Shinta (emas), Jenius Arta Amel Adelia (perak), Jujun Morvandi (perak) dan Elvis Anggara, Cahya Nur Antari, Mike Syahriana, Annida Nurrohmah, Ovia Anggraini, Rusly Emawati, Ferdian Setyabudi, Nur Vaizin dan Valenta Qorin (masing-masing 1 medali perunggu).

Sebagai pemula, atlet cilik PKM Wadah Mutiara Abadi berhasil mengukir prestasi luar biasa. Mereka sukses memboyong 1 medali emas, 2 perak dan 9 perunggu. Prestasi ini akan sangat memicu semangat mereka untuk lebih giat berlatih. (BH)