SpotLight Ball Berlin, Kerja sama India dan Indonesia

Grosse Orangerie Schloss Charlottenburg, Berlin

Pada tanggal 8 Oktober 2016 lalu sekitar 300 wajah baru ikut meramaikan acara Yayasan Wadah di Große Orangerie Schloss Charlottenburg, Berlin, Jerman. Dua kedutaan dari dua negara besar menjadi penyelenggara kegiatan penting ini yaitu Kedutaan Besar  India dan Indonesia yang berada di Berlin. 

Ide awal dari kegiatan tersebut  adalah untuk membantu mengumpulkan dana dalam rangka  mendukung komunitas Wadah  dan kegiatannya di Indonesia, Malaysia, Filipina dan India. Tetapi setelah dikaji  ulang dan dievaluasi kembali dengan cermat, Pendiri Yayasan Wadah memutuskan untuk mengubah tujuan kegiatan tersebut menjadiacara untuk membangun kesadaran dan pengenalan terhadap Yayasan Wadah bagi negara-negara Eropa. 

Hari itu, malam Minggu, hujan turun cukup deras. Namun, hal itutidak menyurutkan minat para peserta dan tamu untuk datang.  Mereka terus berdatangan memenuhi ruanganacara. Para tamu sudah mulai tiba di tempat  sebelum pukul 19:00 karena acara dijadwalkan dimulai pukul 19:30. Sementara pendaftaran peserta berlangsung, sekelompok musisi Indonesia memainkan musik Gamelan mengiringi para tamu memasuki ruangan.

Duta Besar India H.E. Gurjit Singh dan Duta Besar Indonesia H.E. Fauzi Bowo membuka acara dan menyampaikan pidato sambutan untuk para tamu. Keduanya juga memberikan ucapanselamat untuk YayasanWadah, terutamauntuk Ibu Anie Djojohjadikusumo sebagai pendiri Wadah. Setelah itu, AyuBulan Dance Group yang dipimpin oleh Dr. Bulantrisna Djelantik yang datang jauh-jauh dari Bali,  bersama-sama dengan beberapa penari Jerman menyuguhkan  tarian Indonesia dan India. AyuBulan Dance Group menampilkan tarian Bali,  sementara penari Jerman menyuguhkan tarian India. Tarian ketiga adalah perpaduan antara tarian India dan  Indonesia. Pertunjukan tersebut sungguh fantastis. Semua orang menikmati dan benar-benar terhibur oleh tarian tersebut. Setelah pertunjukann tari berlalu, semua tamu diantar ke sayap kiri gedung Schloss untuk makan malam sambil mengikuti  program berikutnya.

Tidak seperti biasanya di mana semua meja diberi nomor, tetapi kali ini meja ditandai dengan  nama kota dan desa-desa di India dan Indonesia. Untuk Indonesia sendiri digunakan nama kota atau nama komunitas di mana Wadah aktif berkiprah. Jadi para tamu bisa menemukan nama-nama daerah seperti Jakarta, Bekasi, Parung, Bandung, Arjasari, Sikka, Maumere, Kupang, Yogyakarta, Tabanan, dll.

Sementara tamu  menikmati makan malamnya, sebuah kuartet simfoni memainkan musik di atas panggung.

Setelah hidangan utama disajikan, Ibu Anie diperkenalkan dan diminta untuk menyampaikan pidatonya. Seperti biasa, Ibu Anie berbicara dari hatinya, sehingga semua orang yang hadir diam danmendengarkan dengan serius. Beliau membuka pidatonya dengan mengundang semua orang untuk menonton tayangan versi lengkap video baru profil Yayasan Wadah. Ini sekaligus menjadi acara peluncuran pertama video tersebut. Semua orang kagum melihat tayangan video tersebut. Bahkan mereka lebih terkesima lagi saatmendengarkan cerita Ibu Anie tentang bagaimana beliau mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk membangun Wadah. Ibu Anie menceritakan bagaimana beliau menemukan komunitas pertama yang dibantu jauh sebelum Wadah didirikan hingga sekarang. Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor dan donatur yang telah memberikan dukungan sehingga acara Spotlight Ball bisa berlangsung dengan sukses. Kemudian, Ibu Anie mengundang semua pengurus Komite Wadah Internasional (WIC) naik ke panggung untuk diperkenalkan kepada para hadirin. 

WIC at the SpotLight Ball.jpg

Dalam kesempatan ini, Ibu Neeru Singh, ketua WIC bersama anggotanyamembuat sebuah kejutan untuk  Ibu Anie.  Ibu Neeru menyalakan  lilin sebagai simbol bahwa Ibu Anie adalahcahaya yang menerangi jalan dan kehidupansetiap orang. Setelah itu masing-masing  anggota WIC dan anggota keluarga Ibu Anie berkeliling untuk menyalakan semua lilin lainnya. Sungguh ini merupakan sebuah penghargaan yang sangat tepat.  

Effishent - Ennactus Mannheim

Suasana semakin khusuk dan menggetarkan setelah kuartet sinfoni kembali memainkan musik.  Kemudian, beberapa orang  mahasiswa Jerman dari Enactus Mannheim diminta untuk menyampaikan secara singkat pengalaman mereka bekerjasama dengan Wadah dalam mengerjakan proyek mereka.    Penonton memberikan apresiasi yang baik atas kesaksian mereka yang disampaikan dalam bahasa Jerman. Dalam kesempatan ini, Olaf Brandenburg, pemilik perusahaan Event Management, menyampaikan kepuasan mereka atas kerja samanya dengan Wadah. Dalam rangka merayakan ulang tahun perusahaannyayang ke-10, mereka mengumumkan akan menyumbangkan  10.000 Euro untuk

Yayasan Wadah. Acara SpotLight Ball ini juga diramaikan dengan kegiatan lelang klasik. Hanya ada tiga barang saja yang dilelang secara klasik.  Barang-barang lainnyadilelang secara tertutup.  Saat lelang berlangsung,  Ian Rose dan beberapa anggota WIC lainnya sibuk “bergerilya”  dari meja ke meja menawarkan gelang kepada para tamu. Gelang yang dibawa oleh Ian dari London itu  dirancang khusus berbentuk bunga Wadah dengan mutiara di tengahnya. Gelang tersebutterbuat dari sterling silver dan talinya  dari kulit asli serta dihiasi ukiran logo Wadah di belakang bunganya.  

Kemudian sekitar jam 12 tengah malam, semua tamu diajak kembali ke sayap kanan Schloss untuk menikmati malam Bollywood. Para tamu dan anggota Wadah larut dalam acara menari sampai melewati jam 2 pagi. Malam yang amat mengesankan dan sukses menempatkan Wadah dalam sorotan.