PEMBICARA

 

HUMAN TRAFFICKING: An Overview

+ CECILIA FLORES-OEBANDA

Cecil adalah Pendiri dan Presiden Visayan Forum Foundation, sebuah LSM nasional di Filipina yang memperjuangkan hak-hak dan pengembangan para pendatang yang terpinggirkan serta perempuan dan anak-anak korban perdagangan manusia.

Cecil menghabiskan sebagaian besar usianya sebagai pejuang kebebasan dan bekerja dengan kaum miskin kota, petani, pekerja perkebunan tebu, kaum perempuan, remaja dan anak-anak. Karena perjuangannya tersebut dia pernah menjadi tahanan politik selama 4 tahun di bawah rezim Marcos. Beliau dibebaskan dari penjara setelah terjadi Revolusi Rakyat EDSA tahun 1986. Segera setelah bebas, dia kembali bekerja untuk mendirikan Visayan Forum Foundation.

Saat ini Cecil adalah ketua Jaringan Multi Sektoral Anti Perdagangan manusia, sebuah aliansi antara masyarakat madani, pemerintah dan kelompok swasta yang memberikan tanggapan cepat pencegahan perdagangan manusia, pemidanaan pelaku perdagangan manusia, dan perlindungan, penyelamatan, rehabilitasi dan pengembalian korban perdagangan ke masyarakat.

Sebagai penerima Anti-Slavery Award 2005 dari sebuah organisasi hak azasi manusia tertua, Anti-Slavery International, Cecil diberi penghargaan oleh Pemerintah Inggris sebagai Modern-Day Abolitionists dalam rangka perayaan 200 tahun Penghapusan Slave Trade Act pada bulan Maret 2007. Dia juga dianugerahi Skoll Award untuk Social Entrepreneurship 2008 di Universitas Oxford, Inggris oleh Skoll Foundation yang dihadiri oleh mantan Presiden Amerika serikat dan pemenang Nobel Jimmy Carter sebagai Tamu Kehormatan. Pada bulan Juni 2008, US State Department mengumumkan Cecilia sebagai salah satu Heroes Acting to End Modern-Day Slavery dalam laporan tentang perdagangan manusia 2008. Flores-Oebanda juga menjadi pemenang pertama Iqbal Award untuk penghapusan buruh anak oleh Departemen Tenaga Kerja amerika Serikat pada 15 Januari 2009.

+ "RUBY"

Ruby baru berusia 15 ketika dia dengan lima gadis lainnya (empat di antaranya anak-anak) dalam perjalanan ke Puerto Galera dicegat oleh Satuan Tugas Nati Perdagangan Manusia di Port Batangas. Tidak banyak yang mereka ketahui bahwa mereka akan dipekerjakan di sebuah klub sebagai pelacur di tempat tujuan wisata terkenal Mindoro. Dengan bantuan Visayan Forum dan International Justice Mission-Manila, Rubi dan teman-temannya mengajukan kasusnya ke pngeadilan melawan orang-orang yang merekrutnya. Setelah empat tahun berjuang di pengadilan dan mendapatkan ancaman dari pelaku perdagangan manusia, Ruby dan teman-temannya akhirnya berhasil mendapatkan keadilan yang merupakan pertamakali terjadi di Filipina.

Ruby kemudian disatukan kembali dengan keluarganya dan kuliah mengenai pekerjaan sosial di universitas di Manila.

+ "ROSE"

Pada usia 12, Rose meninggalkan keluarganya menghindari pelecehan dan perlakuan kejam di keluarga yang seharusnya melindungi dan mencintainya. Dari komunitas sukunya di Selatan, dia pergi dengan seorang pencari tenaga kerja yang menjanjikan pekerjaan yang bagus di kota. Namun ternyata dia dipekerjakan di rumah bordil, tanpa ada masa istirahat, tidak dibayar dan seringkali dipukuli. Setelah beberapa bulan dalam beberapa usaha untuk melarikan diri, akhirnya dia diselamatkan dan dikirim ke Visayan Forum untuk diberikan perawatan dan bantuan kejiwaan.

Sekarang dia bekerja sebagai Asisten Sekretaris pada perusahaan produksi bahan-bahan kecantikan.

Di samping pekerjaan resminya, Rose juga mengambil program belajar di rumah karena dia bertekad menyelesaikan pendidikannya dan membiayai saudaranya untuk bersekolah.

The Philippine Social Enterprise Model: How it Addresses Social Problems

+ Tess Ganzon

Maria Teresa Medrano - Ganzon adalah Managing Director dari Bangko Kabayan , Inc , sebuah bank pedesaan Batangas. Bank pedesaanini sekarang telah memiliki 15 cabang dengan kekayaan 1,8 milyar Peso, menawarkan jasa keuangan fokus untuk pengembangan usaha mikro dan kecil di pedesaan Filipina .

Berawal dari keprihatinan nasional dan spiritualitas komunitas Kristen yang kuat, Tess berupaya menyatukan efisiensi bisnis, pengembangan dan motivasi keagamaan untuk membangun sebuah organisasi bisnis dengan orientasi kuat pada pelayanan masyarakat pedesaan dan pada saat yang sama berkembang menjadi lembaga yang digerakkan berdasarkan nilai-nilai. Dia lulus cum laude dari Universitas Filipina ( AB Jurnalisme ) dan meraih gelar Master di bidang Kewirausahaan Sosial (MESODEV) Superior Performance dari Asian Institute of Management di Manila dan juga berhasil menyelesaikan program khusus tentang manajemen strategis lembaga keuangan mikro di Sekolah Bisnis Harvard.

+ Anne Meloto-Wilk

Anna Meloto - Wilk kepala Gandang Kalikasan Inc , sebuah perusahaan sosial yang membuat berbagai produk untuk mandi dan kecantikan di bawah merek Human Nature. Ia dan adiknya mendirikan bisnis ini pada bulan November 2008, untuk menyediakan sarana mata pencaharian dan pemberdayaan untuk masyarakat Gawad Kalinga (GK).

Anna adalah putri Tony Meloto, pendiri Gawad Kalinga, dan penerima Ramon Magsaysay Award untuk Kepemimpinan Masyarakat pada tahun 2006 (semacam Hadiah Nobel dari Asia), atas keberhasilannya membangun desa-desa GK yang sekarang telah berkembang di enam lokasi di seluruh negara serta di Phnom Penh, Kamboja.

Anna bukan saja sebagai putri dari ayahnya, dia juga mewarisi kecintaan ayahnya pada alam. Sekarang, ibu dari dua remaja yang prihatin pada lingkungan ini, "going green" telah menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar. Bahan baku untuk produk kecantikan itu berasal dari lingkungan setempat seperti virgin coconut oil, serai wangi, serai, jambu, tanaman dan jamu yang dibanggakan orang Filipina. Dia berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi 14 cabang yang salah satunya diluncurkan di Amerika Serikat.

+ Annabel Bonsol

MJ Rag Recycling Factory di Bauan, Batangas, milik Annabel Bonsol berawal dari hal yang kebetulan dan sederhana yaitu ketika Annabel tergelincir menginjak kain pel dilantai saat melayani seorang pembeli di tokonya. Pembeli tersebut ingin memesan kesetan terbuat dari kain pel tersebut yang dikira dijual oleh Annabel.

Dengan modal awal 300 Peso (sekitar 7 dollar), sekarang MJ Rag bisa menjual berton-ton kain pel, sebuah usaha padat karya yang mampu menghidupi 85 keluarga.

Annabel, mantan penyuluh kesehatan di Barangay, juga memberikan pelayanan sebagai konsultan bagi komunitasnya dan bahkan mampu meyakinkan walikota untuk mengadopsi bisnisnya sebagai program penghidupan. Rencana perluasan gudang dan pembukaan lapangan kerja yang lebih besar lagi sedang dalam proses.

Pada tahun 2009, Annabel memenangkan Citibank Most Outstanding Entrepreneur of the Year Award.

Exemplars of Effective Alternative Learning System (ALS) Programs

+ Harnin "Kuya Bon" Manalaysay

KB atau Kuya Bon adalah Harnin M. Manalaysay, bekerja sebagai sukarelawan sejak tahun 1985. Dikenal sebagai sosok berandal di masa remajanya, berubah total menjadi profesor di universitas setelah menamatkan kuliah bidang Teknik Kelautan. Selama lebih dari dua dekade , ia telah membimbing dan membantu ribuan anak menjadi profesional dan sukses. Ia mendirikan Klub 8586, Inc. pada bulan Mei 1985, sebuah organisasi pengembangan yang mendukung organisasi pemula, proyek komunitas dan upaya pendidikan untuk membantu anak-anak kurang beruntung yang ingin belajar. Dia berperan dalam membantu mendirikan Dynamic Teen Company milik Pahlawan CNN 2009, Efren Peñaflorida; Grup Mind You Rights milik finalis Children’s Peace Prize 2009, Emanuel Bagual dan Klub Caring Children milik Kesz Valdez.

+ Efren Peñaflorida, Jr.

Efren Peñaflorida, Jr adalah CNN Hero of the Year 2009 dan pendiri Dynamic Teen Company. Dari remaja yang tidak tertarik menyelesaikan SMA berubah menjadi penganjur pembelajaran. "Kuya F" menyelesaikan dua kuliah, gelar S2 diperolehnya dari Universitas Filipina dan Doktor Pedagogi dia dapatkan dari National Teachers College pada tahun 2010. Dia dan timnya mengoperasikan gerobak pintar atau Kariton Klasrums untuk membantu ribuan anak yang ingin belajar agar kelak menjadi harapan dan pahlawan dalam hidup mereka.

+ Eman Bagual

Emanuel Bagual adalah mantan pemulung dan pernah menjadi buruh anak di Cavite. Dia mendirikan organisasi advokasi Mind You Rights untuk membela hak anak-anak miskin kota. Dia juga mahasiswa pengembangan masyarakat di Universitas Filipina, juru bicara pemuda, kolumnis Manila Bulletin sekaligus wirausahawan muda. Eman, yang masuk nominasi penerima Nobel Perdamaian untuk Anak 2009 ini, percaya bahwa seseorang tidak pernah terlalu muda untuk mampu berbuat sesuatu bagi masyarakat dan prinsip ini sangat dia yakini.

+ Cris "Kesz" Valdez

Cris Valdez yang akrab dipanggil Kesz oleh teman-teman dan rekan – sukarelawannya, adalah mantan pengemis jalanan dan pekerja anak. Sebagai anak yang sering tidur di tempat pembuangan sampah dan pemakaman umum, kesehatan, kebersihan dan pendidikan tidak ada artinya bagi dia. Sekarang siswa kelas 5, Valdez telah jadi ujung tombak kampanye untuk kebersihan dan kesehatan diri, mendorong rekan-rekannya untuk senang belajar dengan membaca melalui kelompok Caring Children. Kesz meyakini diktum berikut: tidak ada orang yang terlalu miskin atau terlalu lemah untuk memikirkan cara-cara membantu orang lain.

Exemplars of Effective ALS Programs (Problems and Solutions by Everyday Heroes & Heroines)

+ Fr. Bienvenido M. Disu, CM

Percaya bahwa sejarah memanggilnya secara pribadi untuk mengubah kemiskinan hidup kelompok masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Fr. Ned menolak karir yang sangat menjanjikan di Bank Sentral Filipina dan memilih bekerja untuk orang miskin. Ia bergabung dengan Bapa Vinsensian dan saudara-saudara dari Misi Kongregasi yang pada intinya percaya bahwa "orang miskin adalah tuan dan pemilik kita".

Setelah 31 tahun pengabdiannya untuk "pemberdayaan orang miskin," ia yakin bahwa hanya orang miskin yang telah diberdayakan itulah yang mampu memutus siklus kemiskinan. Dia tinggal bersama orang miskin di habitat mereka; berbagi dengan kehidupan sehari-hari dengan mereka (beternak, memancing dan memanen), tidur di bawah pohon dan di atas bangku dan meja di sekolah dan di ruang publik. Ketika tidak melakukan pekerjaan administratif dan profesional ia membantu mengatur misi medis, beasiswa bergulir, proyek yang menghasilkan pendapatan dan perumahan bagi masyarakat miskin pedesaan.

+ Sister Emerose Tumlos Nemenzo

Suster Emerose telah melakukan pekerjaan misionaris selama 33 tahun, melayani komunitas miskin di Masbate, Negros Occidental, Leyte Selatan, Thailand dan sekarang di Cebu dan Lapu-Lapu.

Bersama dengan rekan-rekan misionaris lain, ia mendirikan Operation Mercy yaitu memberikan program bantuan pendidikan. Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah kurangnya dukungan dana, namun ini tidak menyurutkan mereka untuk tetap mengembangkan cara-cara kreatif dalam melaksanakan program-program mereka, termasuk Pusat Pengembangan Perawatan Anak dengan menawarkan tempat penitipan anak, PAUD dan TK untuk anak-anak miskin. Suster Emerose juga menyelenggarakan Ruang Kelas Tanpa Batas dan Ruang Kelas Keliling bagi mereka yang tidak memiliki sarana untuk ke sekolah. Sistem Belajar Alternatif bagi pemuda putus sekolah, dewasa dan ibu-ibu banyak ditiru.

Presentation by enda vietnam

+ Tran Ai My

Tran Ai My adalah petugas pengembangan warga Vietnam yang berlatih masalah Pengembangan Masyarakat di Filipina. Dia adalah anggota dari Penelitian Pengembangan Sosial dan Konsultasi (SDRC), sebuah LSM ( istilah resmi untuk kelompok orang-orang profesional yang bekerja di bidang sosial terapan di Vietnam). Dia bekerja lebih dari 20 tahun dengan LSM (lokal dan internasional), organisasi bilateral dan manajemen, sebagian besar di Delta Mekong, dan dengan badan-badan PBB. Kegiatan konsultasi ini terutama melibatkan kaum perempuan dan anak korban perdagangan manusia, kesetaraan gender dan kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan , air bersih dan sanitasi di daerah terpencil di mana pengembangan masyarakat dan pelatihan yang tepat sangat penting. Sejak tahun 2005 ia bekerja dengan ENDA (Environment and Development in Action) Vietnam yaitu melakukan audit dan pengarusutamaan gender.

+ Pham Thi Viet Ha

Pham Thi Viet Ha lulusan Sosiologi dari Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora, adalah seorang perempuan muda yang mengemban sebuah misi. Ia menjadi pekerja sosial sejak tahun 2004, bekerja di bidang pembangunan komunitas perkotaan. Dari tahun 2008 sampai sekarang, ia terlibat dalam berbagai proyek pengembangan masyarakat di Danang City, Vietnam.