STOMP FOR POVERTY

 

WOMEN EMPOWERMENT

 
IMAM PRASODJO
RAJ KARIM
 

+ Imam Prasodjo

Dr Imam B. Prasodjo adalah seorang sosiolog Indonesia yang sangat dihormati. Dia adalah pendiri Yayasan Nurani Dunia, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memberikan bantuan kepada korban bencana sosial dan alam. Melalui LSM ini , Dr. Prasodjo dapat melakukan karya sosial melalui proyek-proyek pengembangan masyarakat dan gerakan perdamaian. Sejak 1997sampai sekarang, dia aktif mengajar di Departemen Sosiologi, Universitas Indonesia.

+ Dr. Raj Abdul Karim

Datuk Dr Raj Abdul Karim mendedikasikan hidupnya untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Dalam karirnya selama 35 tahun , Dr Raj telah menjadi penggerak utama dari banyak kebijakan dan program yang sekarang sudah berjalan untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan perempuan , anak-anak dan keluarganya.

Pada tahun-tahun awal karirnya sebagai petugas medis muda di Departemen Kesehatan, Dr Raj dipercaya untuk mengembangkan pelayanan kesehatan ibu dan anak Malaysia. Dia berkunjung ke berbagai pelosok negeri untuk membantu laki-laki dan perempuan berkaitan dengan perawatan kesehatan mereka dan kebutuhan keluarga mereka, serta mendengarkan berbagai pandangan dari para pemangku kepentingan yaitu kepala desa dan penyuluh lapangan, pejabat pemerintah dan pemimpin politik. Beliau memberikan perhatian khusus pada perempuan pedesaan, terutama yang miskin, kurang beruntung dan terpinggirkan.

Di bawah kepemimpinannya, pada 1970-an dan 1980-an, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Malaysia terus diperluas, baik cakupannya pada daerah yang kurang terlayani, maupun pada wilayah yang terjangkau pelayanan. Strateginya adalah menambahkan pelayanan pendidikan kesehatan pada pelayanan KIA di klinik, di rumah dan di desa. Perempuan pedesaan dididik tentang pentingnya keluarga berencana dan gizi dalam meningkatkan status kesehatan mereka dan menjarangkan jumlah dan saat melahirkan anak-anak mereka, sehingga mereka bisa menikmati dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, ekonomi dan masyarakat. Mengetahui bahwa perempuan dan anak-anak tidak dapat dipisahkan, Dr Raj berupaya meningkatkan kesehatan anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki.

Sebagai hasil dari langkah-langkah tersebut, tingkat kematian ibu dan bayi di Malaysia turun ke tingkat yang belum pernah terjadi di negara berkembang. Kisah sukses Malaysia itu merupakan salah satu yang bisa dibanggakan dan mendapatkan pengakuan internasional. Tingkat kematian bayi dan ibu yang sangat rendah tersebut dapat dibandingkan dengan yang terjadi di Amerika Utara dan Europe. Selama masa jabatannya sebagai Direktur Institut Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan pada tahun 1989 dan Direktur Jenderal Kependudukan Nasional serta Dewan Pembangunan Keluarga pada tahun 1992, Dr Raj terus mengembangkan program-program pemberdayaan perempuan berkaitan dengan pembangunan keluarga, orangtua dan pencegahan serta pengelolaan penyakit sosial. Dia bekerja menangani berbagai masalah yang lebih sensitif terkait Kesehatan Reproduksi, dan memulai kajian nasional pertama mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja dan Seksualitas dimana temuannya itu disampaikan kepada Kabinet. Hal ini menyebabkan timbulnya kontroversi mengenai pendidikan seks, hak-hak kesehatan reproduksi perempuan, kesetaraan gender, kekerasan dalam keluarga domestik dan kekerasan seksual.

Pada bulan Oktober 1999, setelah pensiun dari tugas-tugasnya di pemerintahan, ia diangkat sebagai Direktur Regional International Planned Parenthood Federation, untuk wilayah Asia Timur, Asia Tenggara & Oceania. Dia saat ini mendukung 26 negara di kawasan itu melalui LSM kesehatan perempuan.

Pada bulan April 2002, Dr. Raj ditunjuk sebagai Komisioner pada Komisi Hak Azasi Nasional (SUHAKAM). Di samping itu dia terus berkiprah di bidang perlindungan hak-hak kaum perempuan, terutama melawan kekerasan, pelecehan dan ekploitasi.

Rintisan usahanya mempromosikan kesehatan, perkembangan perempuan dan anak Malaysia sudah diakui secara luas. Beliau telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah Malaysia dan secara teratur diundang untuk membagi keahliannya di forum-forum internasional. Di antara berbagai tokoh, beliau memiliki keistimewaan, yaitu menjadi Ketua ke 31 dari Komisi Sesi Kependudukan dan Pembangunan PBB.

Dr Raj adalah perintis pemberdayaan perempuan. Sosok luar biasa, sebuah ikon kesehatan perempuan dan sumber inspirasi bagi generasi muda yang membuatnya layak menerima Penghargaan PBB. Dr. Raj merupakan perempuan pertama yang mendapatkan penghargaan bergengsi seperti itu.


EDUCATION - the way out & up

EFREN PENAFLORIDA
GREG HADI
AGUS PRIYONO
MURTI BUNANTA

+ Efren Peñaflorida

Efren G. Peñaflorida, Jr. atau dikenal juga dengan panggilan Kuya F! tumbuh dewasa di kota kumuh Cavite dekat komplek pemakaman dan tempat pembuangan sampah. Saat remaja dia sering mengalami tindakan pelecehan dan kekerasan serta dibawa paksa oleh geng kampus yang membuatnya hilang minat untuk meneruskan sekolahnya.

Ia menjadi peserta kelompok dukungan interaktif di kampus Klub 8586, Inc. pada tahun 1994 yang akhirnya mengubah pandangannya dan melanjutkan kembali pendidikannya karena prinsip mentornya: "Cintailah belajar dan rangkullah, maka ia akan merangkulmu dan akan membuatmu mampu mengubah duniamu."

Kemudian pada tahun 1997, Kuya F! mendirikan Dynamic Teen Company (DTC) bersama-sama dengan teman-temannya dari Club 8586, Inc. yaitu Rezcel Alconcel, Jefferson Bernal dan Mnetor KB Manalaysay. DTC beroperasi di bawah pengawasan Club 8586 dan dilatih secara bertahap dalam program pendidikan anak jalanan dan proyek-proyek berbasis komunitas. Kuya F! dan tim sukarelawan DTC memperluas kegiatannya dengan mengoperasikan Kariton Klasrum pada tahun 2007. Proyek ini mendapat penghargaan dari Gawad Geny Lopez Bayaning Pilipino tahun 2007. Kemudian pada tahun 2008 mendapat penghargaan NEDA dan program sukarelawan PBB. Setahun kemudian, 2009, mendapat penghargaan lagi dari ASEAN TAYO. Pada tahun yang sama program Kariton mendapatkan penghargaan CNN Heroes dan Kuya F! muncyl sebagai "Hero of the Year". Pada 13 Desember 2010 dia dinobatkan sebagai salah satu Oustanding Young Men (orang muda luar biasa).

"Ketika orang-orang mengatakan saya sebagai pahlawan, saya selalu katakan pada mereka agar juga melihat ke dalam diri mereka sendiri, karena saya yakin ada pahlawan di dalam diri setiap orang. Yangh perlu kita lakukan adalah membuka mata lebar-lebar dan rasakan apa yang terjadi. Kemudian, biarkan hati merangkul mereka yang membutuhkan, mereka yang putus harapan yaitu dengan mengulurkan tangan kepada mereka dan anda akan menemukan pahlawan di dalam diri anda."

+ Gregor Hadi Nitihardjo

Gregor Hadi Nitihardjo lahir di St. Gallen, Swiss pada 6 Februari 1964. Setelah menyelesaikan kuliahnya di bidang astronomi ITB pada tahun 1988, Hadi bergabung dengan sebuah organisasi yang mengelola masalah kesejahteraan anak SOS Children's Village sebagai tenaga pendidik muda. Pada mtahun 1994, dia diangkat menjadi Direktur Desa SOS di Lembang, Jawa Barat dan dari 1997 sampai sekarang dia menjadi Direktur Nasional SOS.

+ Agus Priyono

Prof. Dr. Agus Priyono saat ini adalah Rektor Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) dan profesor tamu pada Kolej Teknologi Darulnaim, Malaysia. Saat ini beliau juga merupakan Direktur PT Wahyu Manuggal. Dr. Agus memperoleh gelar S2 dan S3 dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

Di samping latar belakang akademi dan pengalamannya yang beragam di luar Indonesia, Dr. Agus ingin meningkatkan mutu pendidikan di tanah air, karena itulah dia dipilih sebagai rektor ISTN.

+ Murti Bunanta

Dr Murti Bunanta adalah pendiri dan presiden Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA). Kelompok ini didirikan pada tahun 1987. Dia adalah orang pertama yang menerima gelar doktor dari Universitas Indonesia yang meneliti sastra anak sebagai topik untuk disertasinya pada tahun 1997. dia memulai penelitiannya tentang sastra anak ketika ia sedang mengerjakan tesisnya untuk gelar sarjana Sastra Belanda (1981 ) . Dia terus melakukan penelitian tentang sastra anak-untuk gelar master dalam Studi di Amerika (1986 ) Semua gelar akademiknya dia peroleh dari Universitas Indonesia.


STOMP FOR HUMAN TRAFFICKING

 

Prevention and Re-Integration

 
PARDIS MAHDAVI
ANURADHA KOIRALA
 

+ Pardis Mahdavi

Pardis Mahdavi PhD adalah profesor antropologi di Pomona College. Fokus penelitiannya meliputi masalah gender tenaga kerja, migrasi, seksualitas, hak asasi manusia, budaya kaum muda, feminisme transnasional dan kesehatan masyarakat dalam konteks perubahan struktur global dan politik.

Pardis mendapat penghargaan penelitian yang luar biasa dari sejumlah lembaga terkenal di amerika Serikat, yaitu American Public Health Association, American Council of Learned Societies, Woodrow Wilson Interntional Center for Scholars, Medical Anthropology and the Society for Applied Anthropology.

Pardis juga sudah menerbitkan dua buku, yaitu Passionate Uprisings: Iran's Sexual Revolution (Stanford University Press, 2008); Gridlock: Labor, Migration and "Human Trafficking" in Dubai (terbitan Stanford Univesity Press).

+ Anuradha Koirala

Lebih dari dua puluh tahun Anuradha Koirala mengajarkan bahasa Inggris di berbagai sekolah di Kathmandu. Pada tahun 1993 Koirala mendirikan Maiti Nepal dengan tujuan memberikan pelayanan untuk anak-anak dan perempuan yang telah mengalami rasa sakit dan penderitaan yang tidak terperikan. Anak-anak, para gadis dan perempuan dewasa diperdagangkan di dalam dan ke luar Nepal untuk tujuan seks komersial. Dia dirikan Maiti Nepal dengan tujuan untuk mengakhiri kejahatan keji ini.

Setelah berhasil mendirikan Maiti Nepal, ia langsung melakukan pelayanan kemanusiaan. Pekerjaan pertamanya adalah membangun rumah rehabilitasi bagi mereka yang tidak punya tempat lain untuk kembali. Sekarang Maiti Nepal memiliki tiga rumah pencegahan, sembilan rumah transit, dua rumah penampungan dan satu SMA. Lebih dari seribu anak mendapatkan pelayanan langsung dari Maiti Nepal setiap hari.

Maiti Nepal hari ini melakukan berbagai kegiatan, termasuk : kampanye kesadaran, kepekaan masyarakat , dan operasi penyelamatan; menangkap pedagang manusia; memberikan dukungan hukum kepada yang membutuhkan; melakukan program pemberdayaan perempuan; dan memberikan terapi anti retro viral ( ART ) untuk anak-anak dan perempuan yang terinfeksi HIV.

Sejauh ini, Anuradha Koirala telah menerima 34 penghargaan nasional dan internasional sebagai pengakuan atas prestasinya membela hak anak-anak dan perempuan antara lain: UNIFEM Prize Jerman, 2007, Queen Sofia Silver Medal Award 2007, The Peace Abbey Courage of Conscience 2006 , CNN Hero 2010, dan yang paling baru adalah Manhae Awards 2010 dari Korea. Prestasinya termasuk membebaskan dua belas ribu perempuan dari rumah bordil dan menyediakan ART sebelum pemerintah Nepal bisa memulai proses ini. Karena perjuangannya yang terus menerus, Pemerintah Nepal meresmikan 5 September sebagai Hari Anti - Trafficking. Upaya ini diprakarsai oleh Maiti Nepal. Pemerintah Nepal menunjuk Koirala sebagai menteri negara sebagai kehormatan atas jasa-jasanya.

 

INTERCEPTION AND PROSECUTION

 
AARON COHEN
IMELDA SALAJAN
 

+ AARON COHEN

Aaron Cohen adalah seorang aktivis hak asasi manusia, pakar Timur Tengah dan penulis buku terlaris internasional "Slave Hunter". Ia mendirikan sebuah gerakan 'Jubilee' modern untuk menghapus perbudakan dan membangun gugus tugas untuk membebaskan budak dan menghapus utang di seluruh dunia. Dia telah memberikan bukti nyata mengenai perbudakan untuk ditindak secara hukum dalam rangka menghapus perdagangan manusia di seluruh dunia. Sebagai veteran gerakan Darfur dan Burma, kontributor untuk CNN , Fox , CBS , Larry King Live , dan NBC telah memuji usahanya dalam melacak dan menemukan korban perdagangan manusia.

Cohen dianugerahi Commendation dari County Los Angeles untuk usahanya menyelamatkan korban di dalam dan luar negeri. Dalam menjalankan berbagai berbagai misi, Cohen seringkali harus menyamar, mengikuti pelatihan militer dan penegakan hukum, untuk menilai fenomena perbudakan dari dalam, dalam upaya melindungi korban dan mencegah serta mengadili kasus-kasus perdagangan manusia. Dia dianugerahi penghargaan Prize for Humanity atas “pertaruhanya untuk menyelamatkan orang lain” dan ia juga mendapatkan penghargaan US Congressional Certificate of Merit atas pelayanannya kepada masyarakat.

+ IMELDA SALAJAN

Imelda Salajan, mantan wartawan BBC, membantu mendirikan OnTrackMedia Indonesia - sebuah LSM yang menggunakan media untuk melawan Perdagangan Manusia. Program videonya dinominasikan sebagai praktek terbaik dunia dalam memerangi perdagangan manusia oleh Condolezza Rice pada tahun 2006. Sejak itu OnTrack Media telah melakukan berbagai lokakarya, memproduksi drama radio dan 13 episod sinetron untuk membantu membawa pesan tentang perdagangan manusia ke masyarakat umum. OnTrackMedia sekarang telah bergabung dengan Wadah untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bencana perbudakan modern.


HEROES & THEIR WAR STORIES

 
KARINA DE VEGA
BUDI SOEHARDI
ROBIN LIM
 

+ KARINA DE VEGA

Karina De Vega lahir di Filipina dari orang tua Indonesia namun dibesarkan di Indonesia. Pada tahun 1986, ia lulus dari Universitas Gajah Mada program studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Dia juga meraih gelar Manajemen Perhotelan dari University of Toronto.

Dia adalah Pendiri Yayasan Gita Eklesia, panti asuhan anak yatim dengan suasana dan lingkungan keluarga, bukan sekedar tempat tinggal, untuk membantu mereka pulih dari trauma yang menimpa mereka. Panti ini terletak di Ambarawa, Jawa Tengah. Yayasan ini juga menampung anak-anak yatim piatu korban perang dari Timor Timur dan Kalimantan. Panti asuhan tersebut didirikan pada tahun 2002 dan sekarang menampung sekitar 70 anak.

+ BUDI SOEHARDI

"Kebersamaan adalah kekuatan kita", adalah motto Pak Budi Soehardi. Pak Soehardi yang berprofesi sabagai pilot komersial, lahir pada 31 Agustus 1956 di Jogyakarta. Ayahnya, Pak Soehardi adalah instruktur dari Gajah Mada dan salah satu pendiri dari IKIP Negeri yang sekarang dikenal sebagai Universitas Negeri Yogjakarta (UNY). Ibunya, Maria Soehardi juga seorang guru sekolah. Tumbuh dan besar di Yogyakarta, Budi Soehardi secara harfiah merintis jalannya ke perguruan tinggi. Dari 1983 hingga 1988, ia mulai bekerja dengan Garuda Indonesia, sementara pada saat yang sama belajar Ekonomi di Universitas Krisna Dwipayana. Pada tahun 1987, ia menikah dengan Rosalinda Panagia Maria Lakusa (Peggy) dan dikaruniai tiga ( 3 ) anak-anak yang luar biasa.

Budi Soehardi adalah pendiri Yayasan Kasih Roslin yang berdiri pada tahun 2002 untuk menampung anak-anak yatim korban perang Timor Timur.

Tahun 2009 Budi Soehardi adalah salah satu calon pemenang CNN Hero of the Year.

+ ROBIN LIM

Robin, lahir dari ayah tentara Amerika dan ibu Filipina. Dia mendirikan Bumi Sehat pada tahun 1995, sebuah organisasi berbasis pedesaan yang mengoperasikan puskesmas di Bali dan Aceh. Pelayanan kebidanan untuk memastikan persalinan yang sehat dan aman adalah jantung dari kegiatan Bumi Sehat. Klinik Robin ini telah membantu ribuan perempuan berpenghasilan rendah agar dapat melahirkan dengan sehat. Bumi Sehat memberikan pelayanan perawatan kehamilan, jasa persalinan dan bantuan medis cuma-cuma bagi keluarga yang tidak mampu. Selain itu klinik ini juga memberikan pelayanan kesehatan untuk anak-anak dan orang dewasa.

"Ibu Robin", begitu orang-orang setempat memanggilnya, adalah penulis dari sejumlah buku yang berkaitan dengan masalah bayi dan kesehatan kehamilan sebelum menjadi bidan. Dia menjadi bidan setelah adik perempuannya meninggal karena komplikasi kehamilan.

"Napas pertama setiap bayi yang lahir ke bumi bisa membawa damai dan cinta. Setiap ibu harus sehat dan kuat. Setiap kelahiran bisa aman dan penuh kasih. Tapi dunia kita belum seperti itu," kata Ibu Robin.